Admin
Kamis, 23 Juli 2026
Puskesmas Petungkriyono Laksanakan Sosialisasi P3LP bagi Siswa Baru SMP Satap Tlogohendro
Petungkriyono Dalam rangka mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan peduli terhadap kesehatan mental peserta didik, Puskesmas Petungkriyono melaksanakan kegiatan Sosialisasi First Aider Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) kepada siswa baru SMP Satu Atap (Satap) Tlogohendro pada Kamis, 23 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 31 peserta didik kelas VII yang tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.
Masa transisi dari sekolah dasar ke sekolah menengah pertama merupakan fase penting dalam perkembangan remaja. Pada masa ini, siswa dihadapkan pada berbagai perubahan, baik dari segi lingkungan belajar, pertemanan, maupun tuntutan akademik. Tidak sedikit peserta didik yang mengalami kecemasan, kesulitan beradaptasi, hingga tekanan emosional. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif untuk membekali mereka dengan pengetahuan serta keterampilan dasar dalam mengenali dan merespons permasalahan psikologis secara tepat.
Kegiatan sosialisasi menghadirkan tim dari Puskesmas Petungkriyono yang terdiri atas dr. Budi Cahyo Ponco Utomo, Perawat Dirgantara Dwi Saputra, AMK., Perawat Nastain, A.Md.Kep., serta Bidan Yufrida. Tim memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental sejak usia remaja, mengenali tanda-tanda seseorang yang sedang mengalami tekanan psikologis, serta langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan sebagai bentuk pertolongan pertama sebelum mendapatkan bantuan profesional.
Dalam penyampaiannya, dr. Budi Cahyo Ponco Utomo menjelaskan bahwa kesehatan mental memiliki peran yang sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Remaja yang memiliki kesehatan mental yang baik akan lebih mudah beradaptasi, mampu mengelola emosi, menjalin hubungan sosial yang positif, serta memiliki semangat belajar yang lebih optimal. Sebaliknya, apabila masalah psikologis tidak dikenali sejak dini, kondisi tersebut dapat memengaruhi prestasi belajar, hubungan dengan teman sebaya, hingga kualitas hidup siswa.
Materi mengenai P3LP disampaikan secara interaktif oleh tim Puskesmas. Peserta dikenalkan dengan konsep dasar pertolongan pertama pada luka psikologis, yaitu kemampuan untuk hadir, mendengarkan, memberikan dukungan emosional, serta membantu menghubungkan seseorang dengan sumber bantuan yang tepat. Pesan utama yang disampaikan adalah bahwa setiap orang dapat menjadi teman yang peduli, tanpa harus menjadi tenaga kesehatan ataupun psikolog.
Perawat Dirgantara Dwi Saputra, AMK. menjelaskan bahwa P3LP bukanlah terapi atau konseling, melainkan bentuk dukungan awal kepada seseorang yang sedang mengalami kesedihan, kecemasan, ketakutan, maupun tekanan akibat suatu peristiwa. Melalui pendekatan yang sederhana, siswa diajak untuk memahami pentingnya tidak menghakimi, mau mendengarkan cerita teman, memberikan rasa aman, serta segera melaporkan kepada guru atau orang dewasa apabila menemukan teman yang membutuhkan bantuan lebih lanjut.
Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya siswa yang aktif menjawab pertanyaan, mengikuti sesi diskusi, serta berbagi pengalaman mengenai pentingnya saling mendukung antarteman di lingkungan sekolah. Suasana sosialisasi berlangsung hangat dan komunikatif sehingga materi dapat diterima dengan baik oleh seluruh peserta.
Selain penyampaian materi, tim juga mengajak siswa untuk membangun budaya saling peduli,
menghargai perbedaan, serta menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari perundungan (bullying). Siswa diberikan pemahaman bahwa tindakan mengejek, mengucilkan, maupun melakukan kekerasan verbal dapat memberikan dampak psikologis yang serius bagi korban. Oleh sebab itu, setiap warga sekolah memiliki tanggung jawab untuk menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan saling menghormati.
Kepala sekolah beserta para guru memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini. Mereka berharap materi yang telah diberikan dapat menjadi bekal bagi peserta didik baru dalam menjalani kehidupan sekolah, sehingga mampu membangun hubungan sosial yang positif, meningkatkan rasa percaya diri, serta berani mencari bantuan apabila menghadapi permasalahan.
Melalui kegiatan sosialisasi P3LP ini, diharapkan siswa tidak hanya memahami pentingnya menjaga kesehatan mental diri sendiri, tetapi juga mampu menjadi teman yang peduli terhadap kondisi psikologis orang lain. Dengan meningkatnya literasi kesehatan mental sejak usia dini, diharapkan tercipta lingkungan sekolah yang lebih suportif, inklusif, dan ramah bagi seluruh peserta didik.
Puskesmas Petungkriyono berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan promotif dan preventif di lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya kesehatan mental anak dan remaja. Sinergi antara tenaga kesehatan, sekolah, orang tua, dan masyarakat diharapkan dapat menjadi fondasi yang kuat dalam mewujudkan generasi muda yang sehat, tangguh, dan berkarakter.