Sosialisasi Renbut
(Rencana Kebutuhan) dan ABK (Analisis Beban Kerja)
Puskesmas Petungkriyono
Sosialisasi Renbut (Rencana Kebutuhan) dan ABK (Analisis Beban Kerja) adalah Tahapan penting dalam perencanaan. Sosialisasi ini bertujuan membimbing fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) dan instansi dalam menghitung serta mengusulkan kebutuhan formasi tenaga kesehatan berbasis beban kerja melalui
Sabtu, 30 Mei 2026
Tujuan dan Ruang Lingkup
Rencana Kebutuhan (Renbut): Aplikasi yang digunakan untuk melakukan perhitungan kebutuhan Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) di lingkungan faskes.
Analisis Beban Kerja (ABK): Metode perhitungan yang digunakan sebagai dasar untuk menentukan jumlah dan jenis jabatan/pegawai yang dibutuhkan secara objektif dan rasional.
Integrasi Data: Pengajuan didasarkan pada data real faskes yang terdaftar di Sistem Informasi SDM Kesehatan (SISDMK) atau aplikasi Satu Sehat.
Alur Pengisian pada Aplikasi Renbut
Registrasi Faskes: Pastikan faskes Anda telah terdaftar dan memiliki izin operasional di SISDMK sebelum masuk ke aplikasi Renbut.
Pembaruan Data Pegawai: Seluruh pegawai/tenaga kesehatan wajib memperbarui data pekerjaan mereka di sistem Satu Sehat / SISDMK.
Penyusunan Formasi: Lakukan penginputan beban kerja masing-masing jabatan fungsional kesehatan ke dalam aplikasi untuk mendapatkan usulan formasi yang valid
Sesuai dengan surat edaran Nomor: 400.14.1/03534 Tentang Hari libur dan cuti bersama lingkup Kabupaten Pekalongan Tahun 2026
Hari rabu tanggal 27 Mei 2026 Pelayanan Puskesmas Petungkriyono TUTUP
Buka kembali hari kamis tanggal 28 Mei 2026.
Untuk Pelayanan UGD dan Persalinan Buka 24 Jam
Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah
Selasa, 26 Mei 2026
Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Kesehatan meluncurkan Program Nasional Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk siswa sekolah di seluruh Indonesia, dengan menargetkan anak usia 7-17 tahun di jenjang SD, SMP, dan SMA.
Program CKG Sekolah merupakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis dari Kemenkes untuk mengidentifikasi faktor risiko kesehatan, mendeteksi dini kondisi pra-penyakit, dan mendeteksi penyakit lebih awal pada anak usia sekolah. CKG sekolah ini penting dilaksanakan guna untuk mewujudkan generasi muda yang sehat secara fisik dan mental.
Untuk mendukung Program tersebut, Dinas Kesehatan bersama dengan Kementrian Kesehatan melaksanakan pemeriksaan langsung di sekolah-sekolah, hal ini bertujuan untuk menjangkau lebih banyak siswa secara efisien, yang langsung ditangani oleh tim kesehatan dari Puskesmas.
Jenis pemeriksaan yang dilakukan disesuaikan dengan jenjang pendidikan siswa:
Siswa SD (usia 7-12 tahun): Pemeriksaan meliputi status gizi, tekanan darah, gula darah, telinga, mata, gigi, TBC, Hepatitis B, kesehatan jiwa, kesehatan reproduksi (untuk kelas 4-6), deteksi dini merokok (kelas 5-6), aktivitas fisik (kelas 4-6), dan riwayat imunisasi (kelas 1).
Siswa SMP (usia 13-15 tahun): Pemeriksaan meliputi status gizi, tingkat aktivitas fisik, merokok, tekanan darah, gula darah, TBC, telinga, mata, gigi, kesehatan jiwa dan reproduksi, Hepatitis B dan C, serta skrining talasemia dan anemia (khusus kelas 7) dan riwayat imunisasi HPV (untuk siswi kelas 9).
Siswa SMA (usia 16-17 tahun): Pemeriksaan meliputi status gizi, tingkat aktivitas fisik, merokok, tekanan darah, gula darah, TBC, talasemia, telinga, mata, gigi, kesehatan jiwa dan reproduksi, dan Hepatitis B dan C, serta anemia remaja putri (untuk kelas 10).
Untuk Tim CKG Puskesmas Petungkriyono dalam tahun 2026 sudah menjadwal kegiatan ini untuk setiap sekolahan di wilayah kerja Puskesmas Petungkriyono, kali ini Tim CKG Puskesmas Petungkriyono melakukan pemeriksaan di SDN Kecil Kasimpar.
Selasa, 26 Mei 2026
Monev adalah Singkatan dari Monitoring dan Evaluasi. Ini adalah proses sistematis untuk mengawasi dan menilai kinerja suatu program, atau kebijakan guna memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai rencana dan mencapai target yang ditetapkan.
Monev merupakan gabungan dari dua fungsi utama:
Monitoring (Pemantauan): Kegiatan mengamati proses secara rutin untuk mengidentifikasi masalah sejak dini dan memastikan kegiatan tidak menyimpang dari jalurnya.
Evaluasi: Penilaian berkala atau menyeluruh untuk melihat efektivitas, efisiensi, dan dampak akhir dari suatu program dibandingkan dengan tujuan awalnya.
Monev dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan kali ini meliputi:
Profilkes
Program CKG
Program UKS
Program UKK
Program UKBM
INM
SIK
Program PTM
Senin, 25 Mei 2026
Monev (Monitoring dan Evaluasi) pembinaan kepegawaian Puskesmas adalah proses pengawasan, penilaian, dan pemantauan tata kelola Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan, yang dilakukan secara berkala oleh Dinas Kesehatan guna memastikan optimalnya pelayanan publik.
Kegiatan ini mencakup beberapa aspek penting dalam manajemen kepegawaian:
Ruang Lingkup Penilaian & Pembinaan
Validitas Data Kepegawaian: Pemutakhiran data struktur pegawai (PNS, PPPK, BLUD,) serta kesesuaian antara latar belakang pendidikan dan penempatan tugas.
Disiplin dan Kinerja ASN: Evaluasi kehadiran pegawai dan implementasi aplikasi penilaian kinerja, seperti integrasi dengan BKN.
Core Values BerAKHLAK: Penilaian perilaku pelayanan publik dan penerapan nilai-nilai dasar ASN dalam melayani masyarakat.
Administrasi Umum & Kearsipan: Pengelolaan tata persuratan dan dokumen digital
Tujuan Utama Monev
Meningkatkan Mutu Layanan: Memastikan ketersediaan dan kesiapan tenaga kesehatan agar layanan klinis kepada masyarakat tetap prima.
Penertiban Administrasi: Memperbaiki sistem pelaporan data kepegawaian, aset, dan pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Puskesmas.
Rencana Tindak Lanjut (RTL): Mengidentifikasi permasalahan di lapangan untuk kemudian dicarikan solusi bersama dan menjadi dasar pembinaan ke depan
Rabu, 6 Mei 2026
Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Kesehatan meluncurkan Program Nasional Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk siswa sekolah di seluruh Indonesia, dengan menargetkan anak usia 7-17 tahun di jenjang SD, SMP, dan SMA.
Program CKG Sekolah merupakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis dari Kemenkes untuk mengidentifikasi faktor risiko kesehatan, mendeteksi dini kondisi pra-penyakit, dan mendeteksi penyakit lebih awal pada anak usia sekolah. CKG sekolah ini penting dilaksanakan guna untuk mewujudkan generasi muda yang sehat secara fisik dan mental.
Untuk mendukung Program tersebut, Dinas Kesehatan bersama dengan Kementrian Kesehatan melaksanakan pemeriksaan langsung di sekolah-sekolah, hal ini bertujuan untuk menjangkau lebih banyak siswa secara efisien, yang langsung ditangani oleh tim kesehatan dari Puskesmas.
Jenis pemeriksaan yang dilakukan disesuaikan dengan jenjang pendidikan siswa:
Siswa SD (usia 7-12 tahun): Pemeriksaan meliputi status gizi, tekanan darah, gula darah, telinga, mata, gigi, TBC, Hepatitis B, kesehatan jiwa, kesehatan reproduksi (untuk kelas 4-6), deteksi dini merokok (kelas 5-6), aktivitas fisik (kelas 4-6), dan riwayat imunisasi (kelas 1).
Siswa SMP (usia 13-15 tahun): Pemeriksaan meliputi status gizi, tingkat aktivitas fisik, merokok, tekanan darah, gula darah, TBC, telinga, mata, gigi, kesehatan jiwa dan reproduksi, Hepatitis B dan C, serta skrining talasemia dan anemia (khusus kelas 7) dan riwayat imunisasi HPV (untuk siswi kelas 9).
Siswa SMA (usia 16-17 tahun): Pemeriksaan meliputi status gizi, tingkat aktivitas fisik, merokok, tekanan darah, gula darah, TBC, talasemia, telinga, mata, gigi, kesehatan jiwa dan reproduksi, dan Hepatitis B dan C, serta anemia remaja putri (untuk kelas 10).
Untuk Tim CKG Puskesmas Petungkriyono dalam tahun 2026 sudah menjadwal kegiatan ini untuk setiap sekolahan di wilayah kerja Puskesmas Petungkriyono, kali ini Tim CKG Puskesmas Petungkriyono melakukan pemeriksaan di SDN 02 Kayupuring.
Senin, 27 April 2026
Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Kesehatan meluncurkan Program Nasional Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk siswa sekolah di seluruh Indonesia, dengan menargetkan anak usia 7-17 tahun di jenjang SD, SMP, dan SMA.
Program CKG Sekolah merupakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis dari Kemenkes untuk mengidentifikasi faktor risiko kesehatan, mendeteksi dini kondisi pra-penyakit, dan mendeteksi penyakit lebih awal pada anak usia sekolah. CKG sekolah ini penting dilaksanakan guna untuk mewujudkan generasi muda yang sehat secara fisik dan mental.
Untuk mendukung Program tersebut, Dinas Kesehatan bersama dengan Kementrian Kesehatan melaksanakan pemeriksaan langsung di sekolah-sekolah, hal ini bertujuan untuk menjangkau lebih banyak siswa secara efisien, yang langsung ditangani oleh tim kesehatan dari Puskesmas.
Jenis pemeriksaan yang dilakukan disesuaikan dengan jenjang pendidikan siswa:
Siswa SD (usia 7-12 tahun): Pemeriksaan meliputi status gizi, tekanan darah, gula darah, telinga, mata, gigi, TBC, Hepatitis B, kesehatan jiwa, kesehatan reproduksi (untuk kelas 4-6), deteksi dini merokok (kelas 5-6), aktivitas fisik (kelas 4-6), dan riwayat imunisasi (kelas 1).
Siswa SMP (usia 13-15 tahun): Pemeriksaan meliputi status gizi, tingkat aktivitas fisik, merokok, tekanan darah, gula darah, TBC, telinga, mata, gigi, kesehatan jiwa dan reproduksi, Hepatitis B dan C, serta skrining talasemia dan anemia (khusus kelas 7) dan riwayat imunisasi HPV (untuk siswi kelas 9).
Siswa SMA (usia 16-17 tahun): Pemeriksaan meliputi status gizi, tingkat aktivitas fisik, merokok, tekanan darah, gula darah, TBC, talasemia, telinga, mata, gigi, kesehatan jiwa dan reproduksi, dan Hepatitis B dan C, serta anemia remaja putri (untuk kelas 10).
Untuk Tim CKG Puskesmas Petungkriyono dalam tahun 2026 sudah menjadwal kegiatan ini untuk setiap sekolahan di wilayah kerja Puskesmas Petungkriyono, kali ini Tim CKG Puskesmas Petungkriyono melakukan pemeriksaan di SDN 01 Kayupuring.
Jumat, 24 April 2026
Tim P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) banjir adalahtim siaga darurat yang dibentuk untuk memberikan bantuan kesehatan dan perawatan medis awal kepada korban bencana banjir. Mereka bertugas mengevakuasi korban cedera, mengobati luka ringan atau infeksi, dan mencegah kondisi korban memburuk sebelum mendapatkan perawatan dari fasilitas medis professional. Atau tim unit khusus yang bertugas memberikan bantuan medis darurat dan perawatan awal kepada korban bencana banjir.
Tim P3K Puskesmas Petungkriyono Memberikan Pelayanan (Pemeriksaan terhadap korban banjir ) dan obat-obatan darurat untuk mengantisipasi penyakit akibat banjir.
Minggu, 25 Januari 2026
Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) di sekolah adalah kegiatan pengawasan berkala yang dilakukan oleh Tenaga Sanitasi Lingkungan dari Puskesmas untuk memastikan gedung, fasilitas, dan area sekitar sekolah memenuhi standar kesehatan baku.
Tujuan utamanya adalah menciptakan ruang belajar yang aman dari risiko penularan penyakit dan mendukung penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi siswa dan guru
Komponen Utama Pemeriksaan IKL Sekolah
Berdasarkan instrumen resmi Dinas Kesehatan, penilaian IKL di lingkungan sekolah mencakup beberapa aspek krusial:
Fasilitas Sanitasi Dasar: Ketersediaan air bersih yang cukup, rasio jumlah toilet/jamban yang sebanding dengan jumlah siswa, serta berfungsinya saluran pembuangan air limbah (SPAL).
Kantin dan Jajanan Sekolah: Higiene penjamah (penjual) makanan, kebersihan tempat pengolahan, serta keamanan pangan terhindar dari zat kimia berbahaya.
Ruang Kelas dan Gedung: Tingkat pencahayaan ruangan, kelayakan ventilasi udara, kebersihan lantai/dinding, hingga jarak aman papan tulis dengan bangku terdepan
Manajemen Sampah: Ketersediaan tempat sampah tertutup yang terpisah di area sekolah, serta ketepatan waktu pengosongan tempat penampungan sementara (TPS).
Pengendalian Vektor: Pemantauan berkala terhadap genangan air untuk memastikan Angka Bebas Jentik (ABJ) nyamuk di lingkungan sekolah
Tahapan Pelaksanaan IKL Sekolah
Proses inspeksi dijalankan melalui tiga tahapan terstruktur:
Persiapan: penyiapan alat ukur (seperti lux meter untuk cahaya) dan formulir penilaian.
Pelaksanaan: Petugas melakukan observasi fisik, wawancara singkat, hingga pengujian sampel air atau pangan jika diperlukan.
Tindak Lanjut: Petugas menginput data ke aplikasi e-Monev dan memberikan rekomendasi perbaikan tertulis kepada kepala sekolah
Kegiatan IKL Sekolah (Inspeksi Kesehatan Lingkungan) di wilayah kerja Puskesmas Petungkriyono Meliputi : SD/MI, SMP 1 ATAP, SMP NEGERI, SMA NEGERI.
Pelaksanan Oleh Tenaga Saniatasi Lingkungan
Sudarto,SKM
Muhamad Fukron Nadhif, SKM
Selasa, 20 Januari 2026